Article

Rahasia Dapur Kapal Pesiar: Bagaimana Koki Menyajikan Ribuan Hidangan Setiap Hari

Pernahkah kamu membayangkan sebuah dapur raksasa yang mengapung di tengah lautan, di mana hidangan lezat akan selalu disiapkan untuk ribuan tamu setiap harinya? Bisa jadi yang kamu bayangkan adalah dapur kapal pesiar. 

Tapi, apakah kamu pernah bertanya bagaimana mereka memproduksi makanan di sebuah kapal yang terombang-ambing dan bagaimana mereka memasak makanan di tempat itu? Artikel ini akan membahas dalam bagaimana para koki di kapal pesiar menyajikan makanan kepada para tamu setiap harinya. Ayo kita simak sampai selesai!

Mengenal Koki di Balik Layar Dapur Kapal Pesiar

Kamu mungkin pernah mendengar tentang pelayaran dengan rute berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tentunya, untuk menikmati pelayaran itu, para penumpang perlu diberikan hidangan yang lezat. Tapi, siapa yang membuat hidangan lezat selama terus menerus dalam sebuah kapal pesiar?

Mereka adalah para koki kapal pesiar yang berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman kuliner yang beragam. Umumnya keahlian mereka tak hanya terbatas pada memasak dan menyajikan hidangan, tetapi juga dalam menyusun menu, merencanakan logistik bahan makanan, menjaga kualitas hidangan di tengah laut, menangani kebutuhan tamu yang beragam, hingga mengelola tim dapur yang besar.

Tentunya sebagai koki di dapur kapal pesiar mereka akan menghadapi banyak tantangan, seperti:

  1. Bekerja berjam-jam dengan hari libur terbatas.
  2. Beradaptasi dengan ruang dapur yang terbatas dan sumber daya terbatas.
  3. Mengelola tim dapur yang beragam dan multikultural.
  4. Menyeimbangkan tuntutan berbagai tempat makan dan preferensi tamu.
  5. Menyesuaikan diri dengan kehidupan di laut, termasuk mabuk laut.

Bagaimana Operasional yang Terjadi di Dapur Kapal Pesiar?

Untuk membuat hidangan yang lezat bagi ribuan penumpang di dapur pasti bukanlah hal yang mudah, ditambah dengan banyak tantangan yang mereka hadapi. Jika kapal pesiar saat itu terdiri dari 5.000 penumpang, maka mereka perlu menyiapkan 20.000 porsi sehari. 

Maka dari itu, para koki perlu melakukan perencanaan menu melalui proses yang kompleks. Berikut ini adalah langkah-langkah yang mereka lakukan.

  1. Memahami Kebutuhan & Selera Penumpang

Koki kapal pesiar akan mempelajari preferensi penumpang dan persyaratan diet untuk menciptakan menu yang memenuhi beragam selera dan kebutuhan. Hal ini termasuk mempertimbangkan latar belakang budaya, persyaratan diet khusus seperti alergi atau batasan agama, dan preferensi musiman.

2. Perencanaan Menu

Menu telah direncanakan para koki berminggu-minggu sebelumnya, termasuk “Today’s Special” yang seringkali diputuskan lebih awal. Hal ini memungkinkan manajemen inventaris yang efisien dan meminimalkan limbah makanan. Selain itu, proses perencanaan menu juga melibatkan pertimbangan faktor-faktor, seperti tren makanan dan ketersediaan bahan musiman.

Untuk meminimalkan pemborosan, koki kapal pesiar menggunakan sistem menu siklus, yaitu serangkaian menu yang diulang selama periode waktu tertentu atau seringkali setiap perjalanan kapal pesiar. Hal ini memungkinkan mereka menggunakan satu item inventaris untuk beberapa hidangan sekaligus memanfaatkan sisa makanan secara efektif. 

Contohnya saja, jika ada item telur, bahan ini bisa dibuat menjadi berbagai hidangan untuk omelet atau sebagai komponen salad nicoise. Sedangkan sisa makanan seperti nasi sisa, bisa diolah kembali menjadi nasi goreng atau arancini (bola nasi Italia yang digoreng).

3. Manajemen Inventaris & Logistik 

Dapur kapal pesiar menyimpan data inventaris yang ekstensif bahkan hingga 1.500 item. Hal ini tentunya jauh lebih lengkap dibandingkan dengan beberapa hotel yang hampir tidak memiliki 500 item. Tapi, memang berlayar dengan jumlah barang yang banyak bukanlah hal yang aneh di industri ini.

Proses perencanaan juga melibatkan pertimbangan logistik seperti pembelian bahan makanan dalam jumlah besar, penyimpanan bahan, serta pemantauan stok. Hal ini termasuk memastikan bahwa semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan tersedia, serta staf dapur kapala pesiar dapat secara efisien mengelola persiapan dan penyajian makanan dengan cepat.

4. Kolaborasi dan Masukan

Koki kapal pesiar sering kali berkolaborasi dengan departemen lain, seperti bagian penjualan dan reservasi untuk memahami preferensi penumpang dan membuat keputusan yang tepat dalam merancang menu. Mereka juga sering kali mengumpulkan masukan dari penumpang untuk menyempurnakan menu mereka.

Selain itu, para koki juga harus mengontrol kualitas perencanaan dan logistik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua makanan memenuhi standar kuliner perusahaan dan para tamu dapat puas dengan pengalaman bersantap mereka.

Bagaimana Organisasi dan Koordinasi yang Terjadi di Dapur?

Mengelola dapur di kapal pesiar tentunya membutuhkan tingkat organisasi dan koordinasi yang jauh melampaui standar restoran biasa. Namun, dalam struktur tim di dapur kapal pesiar tidak beda jauh dengan dapur yang lain. Biasanya executive chef bertindak sebagai komandan tertinggi yang mengawasi keseluruhan operasional dapur. Kemudian, para executive chef memiliki tim yang terdiri dari chef de cuisine (CDP) dan sous chef yang bertanggung jawab atas departemen khusus, seperti hot kitchen, cold kitchen, dan pastry.

Tim ini kemudian dilengkapi oleh CDP dan commis yang memastikan setiap hidangan disajikan dengan standar tinggi di kapal pesiar. Pembagian tugas yang jelas memastikan efisiensi mereka untuk memasak ribuan hidangan setiap hari sembari mempertahankan kualitas.

Tapi, bukan hanya struktur tim saja yang bisa membuat operasional di dapur kapal pesiar menjadi baik. Kunci utama yang hadir di antara mereka adalah komunikasi. Kolaborasi yang lancar antara para koki dan kru lainnya dalam struktur organisasi yang teratur inilah yang menjamin efisiensi, kualitas, dan kepuasan tamu. Kombinasi antara struktur tim yang kokoh dan komunikasi yang efektif menjadi fondasi keberhasilan dapur kapal pesiar.

Apa Saja Teknologi dan Inovasi dalam Dapur Kapal Pesiar?

Dapur kapal pesiar tidak hanya besar, tetapi juga terdapat teknologi dan inovasi yang tidak ada di restoran biasa. Beberapa teknologi dan inovasi tersebut di antaranya:

1. Pabrik Bir Mikro

Beberapa kapal pesiar kini tidak hanya menawarkan bir bermerek kepada tamu, tetapi beberapa juga mulai memproduksi bir mereka sendiri. Contohnya, Carnival Cruises yang memiliki label kerajinan sendiri yang disajikan di semua kapalnya.

2. Layar Interaktif dan Menu Digital

Layar interaktif dan menu digital membantu para tamu untuk memilih makanan yang mereka inginkan. Melalui teknologi ini, para tamu bisa melihat daftar restoran yang tersedia, jam bukanya, dan menu yang ditawarkan, sehingga sangat berguna di kapal pesiar yang memiliki lebih dari 10 restoran. 

3. Teknologi yang Berfokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan Energi

Teknologi di dapur juga berfokus pada efisiensi energi. Misalnya, MKN, perusahaan asal Jerman, telah mengembangkan sistem untuk membersihkan panci dalam waktu dua menit tanpa menggunakan bahan kimia. 

Combi steamers milik mereka juga dilengkapi dengan  tampilan digital yang mencatat penggunaan energi dan air selama proses memasak untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan.

4. Pemotong Kue Berteknologi Laser

Inovasi yang akan datang ini cukup menarik perhatian dalam dunia kapal pesiar. Di Utopia of the Seas, pistol air berpemandu laser akan digunakan untuk memotong kue, sehingga memudahkan tugas para awak kapal dengan menggunakan air bertekanan tinggi.

Bagaimana Menjalankan Kreativitas Kuliner dan Protokol Kebersihan secara Bersamaan?

Meskipun dapur kapal memiliki teknologi dan inovasi yang bisa berguna bagi para koki, tapi mereka juga tetap memerlukan kreativitas individu. Kreativitas ini menjadi hal yang sangat penting untuk menyesuaikan beragam preferensi ribuan penumpang. Karena itulah, mereka perlu memiliki keahlian dalam menggabungkan teknik memasak tradisional dan modern untuk menciptakan pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Mereka juga perlu memiliki keahlian dalam setiap masakan, seperti masakan Asia, Mediterania, atau steak yang mewah.

Sementara kreativitas berjalan untuk menghasilkan hidangan yang unik, mereka juga perlu menjaga standar kualitas untuk memastikan konsistensi dan keamanan. Di dapur kapal pesiar, protokol kebersihan yang ketat diperlukan untuk memastikan semua bahan makanan diproses dan disajikan sesuai standar yang ditetapkan. 

Selain kebersihan, pengawasan mutu makanan juga memainkan peran penting, seperti inspeksi berkala dan pemantauan suhu memastikan bahan-bahan segar tetap aman untuk digunakan. Sementara itu, catatan distribusi menjamin setiap hidangan dapat dilacak kembali ke sumbernya.

Ingin Berkarir di Dapur Kapal Pesiar

Setelah mengetahui pekerjaan yang dilakukan para koki, apakah kamu tertarik untuk menjadi koki di dapur kapal pesiar? Jika iya, sudah saatnya kamu juga mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menjadi koki. Salah satunya apron untuk menjaga kebersihan bajumu saat di kapal pesiar nanti.

Kamu bisa mendapatkan apron berkualitas dari Apronesia, yang menawarkan desain yang bisa disesuaikan dengan keinginanmu. Apron-apron ini dibuat dengan bahan yang nyaman dan cocok untuk lingkungan dapur yang panas dan sibuk, sehingga kamu dapat bekerja dengan nyaman. Tertarik untuk membelinya? Kamu bisa mengunjungi website Apronesia untuk melihat koleksi apron chef kami, atau menghubungi kami di whatsapp secara langsung, ya!